Ada banyak sekali sekolah dasar di negeri ini yang tidak mempunyai kantin sekolah. Sehingga anak-anak sekolah tak punya pilihan lain selain jajan di halaman sekolah. Umumnya sekolah tersebut berada di pinggiran kota dan siswa datang dari golongan masyarakat yang kurang mampu dan memiliki akses rendah terhadap kesehatan dan keamanan suatu makanan/jajanan.
Daya beli masyarakat yang rendah ‘memaksa’ keluarga-keluarga tersebut memberikan sedikit uang saku pada anak-anak mereka. Minimnya uang saku membuat anak-anak tersebut tak punya banyak pilihan kecuali membeli jajanan yang murah. Konsekuensinya, penjaja/penjual makanan membuat dagangannya semurah dan semenarik mungkin agar laku. Tak jarang menggunakan pewarna yang membahayakan kesehatan, belum lagi penggunaan pemanis buatan yang dilarang untuk mengganti pemakaian gula. Juga pemakainan bahan-bahan pengawet yang mengancam kesehatan anak-anak tersebut di kemudian hari.
Siapa yang peduli pada keamanan jajanan tersebut?siapa yang seharusnya bertanggung jawab membina para pedagang makanan agar paham pentingnya menjaga kesehatan pangan yang mereka jual?bagaimana memberi pengertian kepada orang tua dari anak-anak tersebut agar lebih hati-hati memilih jajanan untuk anak-anak mereka? Melarang penjual tak berjualan di areal sekolah juga bukan solusi tepat. Siapapun mereka, apapun latar belakang ekonomi keluarganya, anak-anak berhak mendapatkan yang terbaik, termasuk juga jajanan yang mereka konsumsi sehari-hari.
Tampilkan postingan dengan label Murrah n Merriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murrah n Merriah. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Januari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
